SINYALMAGZ.com – Ashu Khosla, ahli geologi sekaligus pengajar di Universitas Panjab, membuat pernyataan saat mempresentasikan makalah penelitian di Kongres Sains India ke-106 di Lovely Professional University di Phagwara, India.
Ahli geologi yang telah melakukan penelitian selama lebih dari 25 tahun tentang asal dan keberadaan dinosaurus di India itu pada hari Minggu (6/1/2019) mengungkapkan pendapatnya.
Ashu Khosla mengatakan bahwa Brahma, Dewa Hindu, telah mengetahui tentang keberadaan dinosaurus dan mendokumentasikannya dalam Veda.
“Tidak ada yang tak diketahui oleh Dewa Brahma sang pencipta alam semesta.”, kata Khosla, sebagaimana dilansir dari Scroll.in, Rabu (9/1/2019).
“Dia benar-benar menyadari keberadaan dinosaurus, dan bahkan menyebutkannya dalam Veda. Sebelum ada orang lain di dunia, Dewa Brahma-lah yang menemukan keberadaan dinosaurus di bumi.”, lanjutnya.
Ahli geologi itu lantas menambahkan bahwa India adalah “titik panas bagi evolusi dan pengembangbiakan dinosaurus” sebelum mereka punah.
“Dari Veda kita, orang Amerika dan Inggris mengambil konsep dinosaurus dan mengetahui tentang mereka.”, tambah Khosla.
Lebih jauh, dia juga mengatakan bahwa kata “Dinosaurus” berasal dari bahasa Sansekerta.
“‘Dino’ berarti mengerikan. Artinya diterjemahkan menjadi ‘daayan (penyihir)’. Dan ‘saur’, yang berarti kadal, terkait dengan ‘asur (rakshas).”, katanya.
“Jadi, segala sesuatu yang ada di bumi telah disebutkan dengan baik dalam Veda.”
Khosla mengklaim bahwa ia dan timnya telah menemukan sisa-sisa dinosaurus India di distrik Kheda di Gujarat pada tahun 2001, dan secara resmi menamakannya “Rajasaurus Narmada ensis.”
Ditanya, apakah ia memiliki bukti untuk mendukung klaimnya tentang dinosaurus yang disebutkan dalam Veda?
Khosla mengatakan teks-teks agama ditulis 25.000 hingga 30.000 tahun yang lalu. Sementara dinosaurus punah 6,5 juta tahun yang lalu.
“Karena Veda tidak ditulis di atas kertas, tetapi di atas dedaunan. Kita mungkin tidak memiliki bukti ilmiah, tetapi dinosaurus disebutkan dalam Veda oleh Dewa Brahma.”, tambahnya.
Protes dan Peran Pemerintah
Pernyataan Khosla adalah yang terbaru di antara pernyataan irasional yang dibuat oleh beberapa pembicara di Kongres Sains India.
Pada hari Minggu pagi, sekelompok kecil ilmuwan dan cendekiawan peneliti berkumpul di Institut Sains India di Bengaluru untuk memprotes pernyataan yang dibuat pada pertemuan itu.
Pemerintah juga telah berusaha untuk menjauhkan diri dari komentar-komentar ini.
Penasihat Ilmiah Utama India K Vijay Raghavan mengatakan, dalam sebuah posting blog pada Sabtu malam bahwa pemerintah tidak memiliki peran dalam memilih pembicara dan asosiasi tidak dapat menentukan apa yang dikatakan para ilmuwan.
“Asosiasi Kongres Sains India memang mendapatkan dukungan dari Departemen Sains dan Teknologi, ISCA menggalang dana untuk kegiatannya, seperti untuk mengadakan Kongres, dari sumber lain.”, tulis VijayRaghavan.
“ISCA menentukan agenda, tempat, dan memilih pembicara. Pemerintah tidak memiliki peran apa pun dalam masalah ini.”